Pelatih tim nasional Brasil, Mano Menezes, telah mencoret sejumlah nama pemain besar, termasuk pemain Real Madrid, Kaka, dari skuad timnas Brasil untuk pertandingan persahabatan melawan Bosnia dan Herzegovina bulan ini. Menezes dikabarkan tidak suka dengan klub tempat Kaka bermain. Namun, dia menyangkalnya.
"Saya tidak punya penjelasan untuk semua pemain yang tidak masuk dalam skuad. Saya sangat menghargai Kaka tapi ini adalah persoalan mengenai pendapat. Mungkin permainannya baru-baru ini tidak meyakinkanku," kata Menezes seperti dikutip dari Soccernet.
Kaka terakhir membela timnas pada bulan November saat tim "Samba" melawan Gabon dan Mesir sebelum keluar dari tim karena mengalami cedera pada betisnya.
Maicon, Lucio, Robinho dan Alexandre Pato juga tidak masuk dalam skuad, begitu juga dengan pemain kembar Manchester United, Rafael dan Fabio. Sementara pemain Benfica, Luisao, dan pemain Chelsea, David Luiz, masuk dalam skuad 23 besar.
Timnas Brasil: Julio Cesar (Inter Milan), Diego Alves (Valencia), Rafael (Santos), Marcelo (Real Madrid), Daniel Alves dan Adriano (Barcelona), Alex Sandro (Porto), Thiago Silva (AC Milan), David Luiz (Chelsea), Luisao (Benfica), Dede (Vasco da Gama), Danilo (Porto), Elias (Sporting), Fernandinho (Shakhtar Donetsk), Hernanes (Lazio), Sandro (Tottenham Hotspur), Paulo Henrique Ganso (Santos), Lucas (Sao Paulo), Ronaldinho (Flamengo), Neymar (Santos), Leandro Damiao (Internacional), Jonas (Valencia), Hulk (Porto).
soccer liga
Thursday, February 16, 2012
Bergkamp: Wenger Masih Luar Biasa
Mantan penggawa Arsenal, Dennis Bergkamp, menilai Arsene Wenger masih patut disebut sebagai pelatih yang luar biasa meski "The Gunners" baru saja mengalami kekalahan telak 0-4 dari AC Milan pada leg pertama Liga Champions. Di mata Bergkamp, Wenger masih menjadi seorang pemenang.
"Wenger masih fantastis hingga saat ini dan dia masih menjadi pelatih yang luar biasa untuk klub (Arsenal). Saya mengetahui cara dia melatih, dia adalah seorang pemenang dan dia tidak bisa pergi begitu saja dari tim," puji Bergkamp seperti dilansir oleh Telegraph.
Bergkamp yang pernah dilatih di Arsenal oleh Wenger selama 11 tahun mengatakan, pekerjaan pelatih asal Perancis itu belum selesai untuk Arsenal. Wenger masih ingin melakukan sesuatu bagi tim dan ingin membuat klub lebih sukses lagi. Menurutnya, Wenger tidak akan pergi dari tim sebelum dia mencapai semua itu.
Asisten pelatih Ajax yang berusia 42 tahun ini menyebutkan, Wenger hanya perlu mengangkat trofi juara untuk mengembalikan kesuksesan tim dan membangun mental juara untuk para pemain "The Gunners", khususnya pemain muda yang dimiliki.
"Anda melakukannya dengan baik, maka Anda perlu waktu untuk membangun kembali dan melakukannya dengan baik lagi. Masalahnya, saat ini adalah bahwa Wenger belum bisa mempersembahkan gelar juara bagi Arsenal. Terkadang, Anda hanya perlu memenangkan sesuatu untuk mendapatkan kesuksesan kembali untuk tim," tuturnya.
"Wenger masih fantastis hingga saat ini dan dia masih menjadi pelatih yang luar biasa untuk klub (Arsenal). Saya mengetahui cara dia melatih, dia adalah seorang pemenang dan dia tidak bisa pergi begitu saja dari tim," puji Bergkamp seperti dilansir oleh Telegraph.
Bergkamp yang pernah dilatih di Arsenal oleh Wenger selama 11 tahun mengatakan, pekerjaan pelatih asal Perancis itu belum selesai untuk Arsenal. Wenger masih ingin melakukan sesuatu bagi tim dan ingin membuat klub lebih sukses lagi. Menurutnya, Wenger tidak akan pergi dari tim sebelum dia mencapai semua itu.
Asisten pelatih Ajax yang berusia 42 tahun ini menyebutkan, Wenger hanya perlu mengangkat trofi juara untuk mengembalikan kesuksesan tim dan membangun mental juara untuk para pemain "The Gunners", khususnya pemain muda yang dimiliki.
"Anda melakukannya dengan baik, maka Anda perlu waktu untuk membangun kembali dan melakukannya dengan baik lagi. Masalahnya, saat ini adalah bahwa Wenger belum bisa mempersembahkan gelar juara bagi Arsenal. Terkadang, Anda hanya perlu memenangkan sesuatu untuk mendapatkan kesuksesan kembali untuk tim," tuturnya.
Madrid Tak Mau Bernabeu Dipakai Barca-Bilbao
Real Madrid tak mau stadion mereka, Santiago Bernabeu, dipakai untuk gelaran final Copa del Rey karena partai tersebut menampilkan Barcelona dan Athletic Bilbao. Juru bicara Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Jorge Carretero, mengaku tak akan memaksa Madrid mengubah pendirian.
Final Copa del Rey 2012 akan digelar pada 25 Mei. Santiago Bernabeu dipertimbangkan menjadi tempat gelaran final karena berdaya tampung besar (85.454 orang), representatif, dan akomodatif untuk dijadikan ajang sebuah pertandingan final. Apalagi, laga final akan menampilkan Barcelona, yang notabene merupakan tim besar dan berpengaruh luas.
Stadion yang bisa mengimbangi Santiago Bernabeu adalah markas Barcelona, Camp Nou (98.787 orang). RFEF tidak mempertimbangkan menggunakan Camp Nou karena itu akan merugikan Bilbao. Markas Valencia, Mestalla (berkapasitas 55.000 orang), disebut Carretero sebagai alternatif.
"Kami tak bisa memaksa Real Madrid menggelar final di Santiago Bernabeu. Jika kami tak bisa bermain di Bernabeu, final akan digelar di Mestalla," ujar Carretero.
Pada 2009, Barcelona dan Bilbao juga melakoni final Copa del Rey di Mestalla. Saat itu, lagu kebangsaan Spanyol tidak mendapat respons positif dari suporter kedua kubu.
Partai final 2009 dimenangkan Barcelona dengan skor 4-1. Gol Barcelona diciptakan Yaya Toure (31'), Lionel Messi (54'), Bojan Krkic (57'), dan Xavi (64'). Adapun gol Bilbao diciptakan Gaizka Toquero Pinedo (8').
Final Copa del Rey 2012 akan digelar pada 25 Mei. Santiago Bernabeu dipertimbangkan menjadi tempat gelaran final karena berdaya tampung besar (85.454 orang), representatif, dan akomodatif untuk dijadikan ajang sebuah pertandingan final. Apalagi, laga final akan menampilkan Barcelona, yang notabene merupakan tim besar dan berpengaruh luas.
Stadion yang bisa mengimbangi Santiago Bernabeu adalah markas Barcelona, Camp Nou (98.787 orang). RFEF tidak mempertimbangkan menggunakan Camp Nou karena itu akan merugikan Bilbao. Markas Valencia, Mestalla (berkapasitas 55.000 orang), disebut Carretero sebagai alternatif.
"Kami tak bisa memaksa Real Madrid menggelar final di Santiago Bernabeu. Jika kami tak bisa bermain di Bernabeu, final akan digelar di Mestalla," ujar Carretero.
Pada 2009, Barcelona dan Bilbao juga melakoni final Copa del Rey di Mestalla. Saat itu, lagu kebangsaan Spanyol tidak mendapat respons positif dari suporter kedua kubu.
Partai final 2009 dimenangkan Barcelona dengan skor 4-1. Gol Barcelona diciptakan Yaya Toure (31'), Lionel Messi (54'), Bojan Krkic (57'), dan Xavi (64'). Adapun gol Bilbao diciptakan Gaizka Toquero Pinedo (8').
Fergie Ingin MU Juarai Liga Eropa
Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, ingin timnya menjuarai Liga Europa meskipun kompetisi tersebut tidak terlalu bergengsi seperti Liga Champions. Meskipun Liga Europa berada di kasta kedua, Ferguson menyatakan timya akan berjuang habis-habisan untuk tampil sebagai juara.
"Kami akan mencoba memenangkan turnamen ini. Saya berpikir itu setelah kekecewaan di Basel. Saya pikir kami harus bertanggung jawab untuk melakukan lebih baik lagi daripada yang kami lakukan pada awal musim dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Namun itu sudah terjadi," jelas Fergie.
"Setan Merah" tersingkir dari Liga Champions setelah menelan kekalahan 1-2 dari Basel pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup. Mereka pun harus puas tampil di Liga Europa melawan Ajax pada babak 32 besar.
"Kami memiliki kesempatan untuk berbuat lebih baik di paruh musim ini. Dan Liga Europa adalah sebuah tantangan. Ada beberapa tim yang sangat bagus di dalamnya dan semoga kita dapat melakukannya dengan baik," sambungnya.
Saat bertandang ke Ajax, Kamis (16/2/2012), MU tidak diperkuat tiga pemain andalannya, Patrice Evra, Ryan Giggs, dan Dimitar Berbatov. Fergie memilih mengistirahatkan Evra dengan tujuan mengurangi ketegangan pascamenjalani akhir pekan yang emosional. Sementara Berbatiov dan Giggs absen karena mengalami cedera. (SW)
"Kami akan mencoba memenangkan turnamen ini. Saya berpikir itu setelah kekecewaan di Basel. Saya pikir kami harus bertanggung jawab untuk melakukan lebih baik lagi daripada yang kami lakukan pada awal musim dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Namun itu sudah terjadi," jelas Fergie.
"Setan Merah" tersingkir dari Liga Champions setelah menelan kekalahan 1-2 dari Basel pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup. Mereka pun harus puas tampil di Liga Europa melawan Ajax pada babak 32 besar.
"Kami memiliki kesempatan untuk berbuat lebih baik di paruh musim ini. Dan Liga Europa adalah sebuah tantangan. Ada beberapa tim yang sangat bagus di dalamnya dan semoga kita dapat melakukannya dengan baik," sambungnya.
Saat bertandang ke Ajax, Kamis (16/2/2012), MU tidak diperkuat tiga pemain andalannya, Patrice Evra, Ryan Giggs, dan Dimitar Berbatov. Fergie memilih mengistirahatkan Evra dengan tujuan mengurangi ketegangan pascamenjalani akhir pekan yang emosional. Sementara Berbatiov dan Giggs absen karena mengalami cedera. (SW)
Mancini Minta Balotelli Kontrol Emosinya
jelang putaran pertama 32 besar Piala Eropa, pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengaku telah meminta pemainnya, Mario Balotelli, untuk mengontrol perilakunya di lapangan. Pasalnya, ini akan menjadi pertandingan perdananya bersama "The Citizen" setelah menjalani hukuman empat pertandingan akibat menginjak Scott Parker, Januari lalu. Pelatih asal Italia itu berharap Mario tak mengulang kesalahannya lagi.
"Saya telah berbicara dengan Mario dua minggu lalu. Saya katakan 'Tolong, kita masih memiliki 13 pertandingan penting (di Premier League) dan Liga Eropa. Cobalah untuk berperilaku baik di lapangan dan berpikir untuk hanya bermain bola," ungkap Mancini seperti dilansir oleh Soccernet.
Balotelli sendiri rencananya akan dimainkan dalam lanjutan Liga Eropa, Kamis (16/2/2012), saat berhadapan dengan Porto FC di Stadio Do Drago. Mancini berharap banyak pada Balotelli karena baginya, pemain berusia 21 tahun ini adalah pemain yang penting.
"Mario adalah pemain penting bagi kami, dia memiliki kualitas yang baik. Saya pikir, dia bisa bermain dengan Edin Dzeko dan Sergio Aguero. Sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat untuknya. Kita tahu bahwa Mario adalah pemian fantastis. Dia masih muda, kadang-kadang ia akan melakukan beberapa kesalahan tetapi jika dia bisa menjaga ketenangannya untuk bulan-bulan berikut, dia akan menjadi pemain penting bagi kami di Eropa maupun di liga," tuturnya.
Namun, meski demikian pentingnya "Si Bengal", Mancini menegaskan peranan tim sangatlah vital. Baginya, semua pemain yang ada sangat penting untuk meraih gelar.
"Sangat berharga bagi saya memiliki semua pemain hingga akhir musim. Jika kami ingin sampai ke final Eropa atau menjuarai Premier League, semua pemain rasanya penting, dan Mario salah satunya. Sekarang kami akan memiliki penyerang dan semuanya dalam kondisi yang baik untuk dimainkan," katanya.
Sementara itu, Yaya dan Kolo Toure bersaudara terbang langsung ke Portugal setelah berlaga di Piala Afrika bersama Pantai Gading. Sayangnya, tim Pantai Gading harus rela menyerahkan gelar juara ke Zambia melalui drama adu penalti.
"Saya telah berbicara dengan Mario dua minggu lalu. Saya katakan 'Tolong, kita masih memiliki 13 pertandingan penting (di Premier League) dan Liga Eropa. Cobalah untuk berperilaku baik di lapangan dan berpikir untuk hanya bermain bola," ungkap Mancini seperti dilansir oleh Soccernet.
Balotelli sendiri rencananya akan dimainkan dalam lanjutan Liga Eropa, Kamis (16/2/2012), saat berhadapan dengan Porto FC di Stadio Do Drago. Mancini berharap banyak pada Balotelli karena baginya, pemain berusia 21 tahun ini adalah pemain yang penting.
"Mario adalah pemain penting bagi kami, dia memiliki kualitas yang baik. Saya pikir, dia bisa bermain dengan Edin Dzeko dan Sergio Aguero. Sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat untuknya. Kita tahu bahwa Mario adalah pemian fantastis. Dia masih muda, kadang-kadang ia akan melakukan beberapa kesalahan tetapi jika dia bisa menjaga ketenangannya untuk bulan-bulan berikut, dia akan menjadi pemain penting bagi kami di Eropa maupun di liga," tuturnya.
Namun, meski demikian pentingnya "Si Bengal", Mancini menegaskan peranan tim sangatlah vital. Baginya, semua pemain yang ada sangat penting untuk meraih gelar.
"Sangat berharga bagi saya memiliki semua pemain hingga akhir musim. Jika kami ingin sampai ke final Eropa atau menjuarai Premier League, semua pemain rasanya penting, dan Mario salah satunya. Sekarang kami akan memiliki penyerang dan semuanya dalam kondisi yang baik untuk dimainkan," katanya.
Sementara itu, Yaya dan Kolo Toure bersaudara terbang langsung ke Portugal setelah berlaga di Piala Afrika bersama Pantai Gading. Sayangnya, tim Pantai Gading harus rela menyerahkan gelar juara ke Zambia melalui drama adu penalti.
Suarez Terkadang Bertindak Bodoh
Penyerang Liverpool, Luis Suarez, dianggap kerap melakukan tindakan bodoh, termasuk tidak menjabat tangan bek Manchester United, Patrice Evra, saat kedua pemain bertemu dalam pertandingan lanjutan Premier League di Old Trafford, Sabtu (11/2/2012). Penilaian itu disampaikan oleh Pelatih Ajax, Frank de Boer.
Suarez menghabiskan kariernya selama empat tahun di Ajax sebelum memutuskan hengkang ke Liverpool pada musim lalu. Di Ajax, Suarez pernah melakukan tindakan kontroversial dengan menggigit pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal, sehingga ia dihukum tujuh laga serta denda oleh klub.
Kepindahan Suarez ke Inggris tidak lantas membuat dia "tobat". Mengeluarkan kalimat rasial kepada Evra, kemudian menolak berjabat tangan dengannya, merupakan salah satu buktinya. Sebelumnya, ia juga membuat ulah kala Liverpool bermain di Fulham. Saat dicemooh pendukung Fulham, dia membalasnya dengan mengacungkan jari tengah.
"Kami tahu Luis adalah seorang juara dan dia akan melakukan apa pun untuk memenangkan pertandingan. Terkadang dia melakukan hal bodoh. Namun, saya tidak tahu detail apa yang terjadi dalam pertandingan tersebut," jelas De Boer.
"Di luar lapangan, dia adalah pribadi yang fantastis. Dia akan melakukan segalanya untuk memenangkan sesuatu. Saya kira itu bukan tindakan cerdas dengan menolak menyalami Evra. Sebab, ia kini jadi lebih disorot dari apa pun," sambungnya. (MIR)
Suarez menghabiskan kariernya selama empat tahun di Ajax sebelum memutuskan hengkang ke Liverpool pada musim lalu. Di Ajax, Suarez pernah melakukan tindakan kontroversial dengan menggigit pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal, sehingga ia dihukum tujuh laga serta denda oleh klub.
Kepindahan Suarez ke Inggris tidak lantas membuat dia "tobat". Mengeluarkan kalimat rasial kepada Evra, kemudian menolak berjabat tangan dengannya, merupakan salah satu buktinya. Sebelumnya, ia juga membuat ulah kala Liverpool bermain di Fulham. Saat dicemooh pendukung Fulham, dia membalasnya dengan mengacungkan jari tengah.
"Kami tahu Luis adalah seorang juara dan dia akan melakukan apa pun untuk memenangkan pertandingan. Terkadang dia melakukan hal bodoh. Namun, saya tidak tahu detail apa yang terjadi dalam pertandingan tersebut," jelas De Boer.
"Di luar lapangan, dia adalah pribadi yang fantastis. Dia akan melakukan segalanya untuk memenangkan sesuatu. Saya kira itu bukan tindakan cerdas dengan menolak menyalami Evra. Sebab, ia kini jadi lebih disorot dari apa pun," sambungnya. (MIR)
Lawan Ajax Evra Diistirahatkan
Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, memilih mengistirahatkan Patrice Evra saat melawan Ajax, Kamis (16/2/2012). Hal itu dilakukan Fergie agar Evra bisa mengurangi ketegangan pascamenjalani akhir pekan yang emosional.
Evra menjadi pusat perhatian saat melawan Liverpool pada pekan lalu karena Luis Suarez menolak berjabat tangan dengan bek asal Perancis itu sebelum pertandingan. Setelah pertandingan, Evra membalas tindakan Suarez. Dia merayakan kemenangan timnya 2-1 di depan Suarez. Laga tersebut memang merupakan pertemuan pertama bagi kedua pemain setelah insiden rasialisme saat Liverpool dan MU berlaga di Anfield, 15 Oktober 2011.
"Kami mengistirahatkan Evra setelah merasakan akhir pekan emosional bagi dirinya. Jadi, saya berpikir telah melakukan tindakan yang benar (mengistirahatkan Evra)," ungkap Fergie.
Selain Evra, Fergie juga tidak akan memboyong Ryan Giggs dan Dimitar Berbatov. "Giggs dan Berbatov mengalami cedera. Ryan cedera engkel pada babak pertama saat melawan Liverpool. Dimitar mengalami cedera saat latihan pada Minggu (12/2/2012)," jelas Fergie.
Terlepas dari itu, Fergie mengaku tidak terlalu pusing dengan absennya kedua pemain tersebut. Pasalnya, "Setan Merah" masih memiliki beberapa pemain mumpuni, seperti Wayne Rooney, Javier Hernandez, dan Danny Welbeck. "Saya juga bisa memainkan Ashley Young di depan atau Nani di tengah," ucap pelatih asal Skotlandia itu. (SKY)
Evra menjadi pusat perhatian saat melawan Liverpool pada pekan lalu karena Luis Suarez menolak berjabat tangan dengan bek asal Perancis itu sebelum pertandingan. Setelah pertandingan, Evra membalas tindakan Suarez. Dia merayakan kemenangan timnya 2-1 di depan Suarez. Laga tersebut memang merupakan pertemuan pertama bagi kedua pemain setelah insiden rasialisme saat Liverpool dan MU berlaga di Anfield, 15 Oktober 2011.
"Kami mengistirahatkan Evra setelah merasakan akhir pekan emosional bagi dirinya. Jadi, saya berpikir telah melakukan tindakan yang benar (mengistirahatkan Evra)," ungkap Fergie.
Selain Evra, Fergie juga tidak akan memboyong Ryan Giggs dan Dimitar Berbatov. "Giggs dan Berbatov mengalami cedera. Ryan cedera engkel pada babak pertama saat melawan Liverpool. Dimitar mengalami cedera saat latihan pada Minggu (12/2/2012)," jelas Fergie.
Terlepas dari itu, Fergie mengaku tidak terlalu pusing dengan absennya kedua pemain tersebut. Pasalnya, "Setan Merah" masih memiliki beberapa pemain mumpuni, seperti Wayne Rooney, Javier Hernandez, dan Danny Welbeck. "Saya juga bisa memainkan Ashley Young di depan atau Nani di tengah," ucap pelatih asal Skotlandia itu. (SKY)
Subscribe to:
Posts (Atom)